Putri Presiden Duterte Mengundurkan Diri Dari Pencalonan Walikota Davao City, Isu Mau Nyapres

Jakarta - Putri Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Sara Duterte-Carpio, menyatakan mundur dari bursa pencalonan Wali Kota Davao City.

Pengunduran diri itu diumumkan hanya beberapa hari sebelum tenggat waktu pencalonan presiden untuk Pemilu 2022 ditutup.

"Sore ini saya mengundurkan diri dari pencalonan saya sebagai Wali Kota Davao," kata Sara dikutip dari Reuters, Rabu (10/11).

Sara Duterte-Carpio diisukan akan mencalonkan diri sebagai Capres Filipina untuk menggantikan posisi ayahnya. Namun, Sara tidak menjelaskan alasan pengunduran dirinya sebagai calon wali kota.

Setelah mengundurkan diri, Sara mengumumkan saudara laki-lakinya, Sebastian, akan mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Davao.

Lebih lanjut, terkait alasan dirinya mundur dalam bursa Walkot Davao, Sara mengatakan kepada para pendukungnya di Facebook akan segera menyampaikan pernyataan resmi.

Sebelumnya, dari beberapa jajak pendapat, wanita berusia 43 tahun tersebut menduduki peringkat teratas dalam kandidat capres yang paling disukai masyarakat Filipina. Namun Sara mengaku tidak ingin menduduki jabatan tersebut.

Filipina akan mengadakan Pemilu pada Mei 2022 untuk posisi mulai dari presiden, gubernur, wali kota dan pejabat lokal. Batas waktu pendaftaran kandidat adalah 15 November 2021.

Sara berulang kali menyatakan dirinya tidak tertarik mencalonkan diri sebagai presiden. Namun baru-baru ini dia menyatakan bersedia untuk menjalin kerja sama dengan calon presiden lainnya yakni Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr. Dia merupakan putra dari mendiang diktator Ferdinand Marcos.

Keluarga Marcos selama beberapa dekade terakhir dianggap sebagai keluarga politik paling kuat di Filipina. Para pendukung Marcos sudah mendesak Sara untuk menjadi pasangannya.

Sementara Presiden Duterte sudah tidak bisa mencalonkan dirinya untuk masa jabatannya kedua karena aturan konstitusi. Duterte juga berencana pensiun.

Putri Duterte sangat populer dan keluarga mereka memiliki pengaruh politik yang cukup besar di bagian selatan Filipina karena sukses memimpin Davao selama 3 dekade.

Sejauh ini, capres Filipina adalah mantan petinju dunia, Manny Pacquiao, lalu mantan aktor dan Wali Kota Manila Francisco Domagoso, Wakil Presiden Petahana Leni Robredo, Legislator Panfilo Lacson dan Marcos.

Seorang analis politik, Edmund Tayao mengatakan, sampai saat ini niat dari Sara masih belum jelas. Menurutnya Sara tidak mungkin menghadapi Marcos.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eks Ketum Muhammadiyah Hadiri Pertemuan Rusia-Dunia Islam Bahas Dunia Baru Pasca Pandemi Covid-19

Inilah Nasihat Dari Gus Baha Untuk Sekjen Gerindra

Karena Pakai Masker di Dalam Masjid Seorang Pria di Bekasi Diusir dan di Bentak Oleh Pengurus Masjid Tersebut