Mc Donalds Membuat Heboh Dengan Kerumunan yang Terjadi Akibat BTS Meal di Sejumlah Kota Besar

Jakarta Antusiasme yang tinggi fans BTS, MILITARY untuk mendapatkan BTS Dish berujung pada kerumunan di sejumlah gerai McDonald's pada Rabu (9/6).

Mereka yang berkerumun adalah para sopir ojol yang mendapat orderan untuk membeli menu tersebut. Sebab pembelian BTS Meal hanya dapat dilakukan di aplikasi pesan online.

Pantauan kerumunan terjadi di sejumlah kota seperti Solo, Medan, Tangerang, Jakarta, dan Yogyakarta.

Polisi sampai harus turun tangan untuk membubarkan kerumunan para pembeli itu karena dinilai melanggar protokol kesehatan dan dapat menyebabkan penularan infection corona.

Tidak sedikit juga gerai yang diberikan sanksi atas kejadian tersebut.


Berikut rangkuman sejumlah yang terjadi terkait BTS Dish pertama diluncurlan di Indonesia.

Jakarta

Sebanyak 32 gerai McDonald's di Jakarta diberikan sanksi oleh Satpol PP. Rinciannya hukuman teguran tertulis untuk 12 gerai, sisanya penutupan sementara.

Wagub DKI Riza Patria juga mengisyaratkan memberikan denda pada para pelanggar sebesar Rp 50 juta. Namun ia belum merinci lebih detail.

Teguran dari petugas juga membuat McDonald's menutup pemesanan online mereka. Hal ini sesuai dengan permintaan petugas agar antrean tidak lebih membeludak. Penutupan pemesanan online juga dilakukan di Bandung, Depok, dan Makassar.

Polda City Jaya juga berencana memanggil manajemen McDonald's untuk meminta klarifikasi terkait kerumunan yang ada. Namun belum bisa dipastikan kapan pemanggilan itu dilakukan.

" Kita lakukan pemanggilan nanti kita tunggu," kata Kabid Humas Polda City Jaya Kombes Yusri Yunus.

Tangerang

Kerumunan pemesan BTS Meal di Gerai McDonald's di kawasan Citra Raya, Cikupa, Tangerang terpaksa dibubarkan oleh Satgas COVID-19. Tidak hanya itu layanan di tempat tersebut juga diminta tutup selama 3 jam.

Anggota Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kecamatan Cikupa, Suwandi, mengatakan keputusan itu diambil karena situasi masih pandemi.

" Kita bubarkan terutama kerumunan pemesanan online, karena khawatir terjadi penyebaran COVID-19 akibat kerumunan tersebut. Dan untuk menghindari penumpukan, kita instruksikan untuk menghentikan layanan selama tiga jam," ujar Suwandi.

Selain itu, ia dan petugas Satpol PP memberikan teguran kepada pihak manajemen. Sebab, manajemen tidak memberikan informasi promotion BTS Meal.

" Kita berikan teguran, karena memang dari awal tidak ada info ke kita soal adanya rilis paket makanan bersama artis Korea Selatan ini. Makanya, saat ini diminta agar manajemen bisa memberikan sesi layanan pemesanan," ungkapnya.

Solo

Salah seorang sopir ojol Anas yang merasa dirugikan karena mengambil pesanan untuk membeli BTS Meal di McDonald's Slamet Riyadi. Sebab ia harus mengantre berjam-jam hanya untuk satu pesanan.

" Biasanya dalam 2 jam sudah bisa mendapat beberapa orderan," katanya. Gara-gara pesanan itu, dia hanya mendapat 1 orderan dalam 2 jam. "Mau terminate juga tidak bisa," katanya.
Ia juga harus merasakan diusir dari gerai lantaran polisi membubarkan kerumunan. Anas terpaksa harus menunggu di luar gerai.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait kejadian kerumunan di McDonald's di Jalan Slamet Riyadi akibat promo food selection BTS Dish. Ia menyayangkan manajemen McDonald's tidak melakukan antisipasi saat membuat promo.

" Ya bagaimana lagi euforia Kpop harusnya diantisipasi. Ada kerumunan kita bubarkan langsung," kata Gibran.

Namun ia memastikan tindakan yang diambil pihaknya hanya membubarkan kerumunan. Gerai tersebut tetap bisa beroperasi.

Karawang

Di Karawang manajemen McDonald's harus terlibat cekcok dengan driver ojol. Keributan itu terjadi saat manajemen diminta Satgas COVID membubarkan kerumunan. Namun, para ojol enggan melakukannya.

" Kalau dibubarkan, kami harus antre lagi. Padahal kami sudah antre guidebook," kata Nana, salah satu chauffeur ojol.

" Harusnya sistem sudah sinkron. Uang dari pelanggan kami kan sudah masuk otomatis ke McD. Harusnya pesanan langsung dikasih ke vehicle driver. Biar cepat," kata salah seorang pengemudi lainnya ke manajemen.

DYI


Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad akan memanggil manajemen McD untuk memberi klarifikasi. Pasalnya selain tidak izin untuk promotion yang menghadirkan banyak orang, mereka juga dianggap melanggar prokes.

" Kita sedang membuat surat peringatan untuk manajemennya dipanggil ke kantor untuk dimintai keterangan terkait dengan pelanggaran yang dilakukan," kata Noviar dihubungi, Rabu (9/6).

" Pertama (pelanggaran) tidak mengantongi rekomendasi dari Satgas. Baik itu satgas provinsi, kabupaten, maupun satgas di kecamatan. Kedua melanggar prokes itu menimbulkan kerumunan," tegasnya.

Noviar mengatakan meski coupon ini skala nasional, pihak manajemen juga tetap harus izin. Dia pun meminta agar besok manajemen datang ke kantor

" Iya besok. Ini suratnya sedang kita siapkan. Besok kita panggil yang bersangkutan manajemennya," tegasnya.

Gerai McDonald's di DIY juga mematikan aplikasi pesan online mereka untuk mengantisipasi kerumunan yang terjadi kemarin siang.

Medan

Di medan kerumunan pemesan BTS Dish terjadi di McDonald's Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan. Camat Medan Kota, Tengku Charuniza saat meninjau lokasi, mengatakan telah mengultimatum pihak McDonald's.

Dia meminta kejadian serupa tidak terulang. Bila terjadi lagi, pihaknya akan melakukan penyegelan.

" Kalau tidak bisa mengikuti langkah-langkah yang kami arahkan sehingga menimbulkan kerumunan lagi kemungkinan bisa Satgas COVID-19 Medan untuk melakukan penyegelan," ujarnya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi juga mengatakan kerumunan yang terjadi di McDonald's sudah pasti melanggar protokol kesehatan.

" Kalau kerumunan sudah pasti salah, tak usah ditanya," kata Edy.

McDonald's Pastikan BTS Dish Masih Ada


Meski BTS Dish diserbu pembeli pada hari pertama peluncurannya di Indonesia, manajemen McDonald's memastikan menu itu tidak habis dalam satu hari.

"Kami pun ingin menginformasikan kembali bahwa BTS Meal bukan hanya tersedia hari ini saja, jadi kepada seluruh pelanggan tidak perlu khawatir akan kehabisan produk ini," kata Affiliate Director of Communication McDonald's Indonesia, Sutji Lantyka.

Ia juga mengantisipasi kerumunan dengan cara membuka tutup layanan order using drive thru dan shipment.

"Untuk mengantisipasi antrean drive thru dan pembelian delivery saat ini kami memberlakukan buka tutup order pada platform pemesanan, dan terus mengimbau seluruh pihak untuk menjaga dan mentaati protokol kesehatan sesuai aturan," ujar Sutji.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eks Ketum Muhammadiyah Hadiri Pertemuan Rusia-Dunia Islam Bahas Dunia Baru Pasca Pandemi Covid-19

Inilah Nasihat Dari Gus Baha Untuk Sekjen Gerindra

Karena Pakai Masker di Dalam Masjid Seorang Pria di Bekasi Diusir dan di Bentak Oleh Pengurus Masjid Tersebut