Research and Consulting Mengatakan Banyak Masyarakat Menilai Korupsi Tahun Ini Semakin Banyak di Banding Tahun Lalu

JakartaBanyak masyarakat menilai bahwa perilaku korupsi di tubuh pemerintahan pada tahun ini semakin banyak dibandingkan tahun lalu. Hal ini ditemukan dalam survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani mengatakan bahwa sebanyak 53 persen publik menilai bahwa korupsi tahun ini makin banyak dibanding tahun lalu.

"Ada 53 persen warga yang menilai korupsi sekarang ini dibanding tahun lalu semakin banyak, sementara 8 persen menilai semakin sedikit, dan 31 persen yang menilai sama saja. Yang tidak tahu/tidak menjawab 8 persen," ujar dia dalam keterangannya, Kamis (19/8).

Sejalan dengan hal itu, Deni juga mengungkap bahwa sebagian besar masyarakat menganggap penegakan hukum di Indonesia masih buruk. SMRC menemukan bahwa 41,2 persen publik menilai penegakan hukum di Tanah Air buruk atau sangat buruk.

"Lebih banyak warga yang menilai kondisi penegakan hukum di negara kita saat ini buruk/sangat buruk (41,2 persen) dibanding yang menilai baik/sangat baik (25,6 persen). Yang menilai sedang 30,1 persen, dan yang tidak menjawab 3,2 persen," katanya.

Survei ini melibatkan seribu responden yang dipilih secara acak. SMRC mematok margin of mistake sekitar +/ -3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eks Ketum Muhammadiyah Hadiri Pertemuan Rusia-Dunia Islam Bahas Dunia Baru Pasca Pandemi Covid-19

Inilah Nasihat Dari Gus Baha Untuk Sekjen Gerindra

Karena Pakai Masker di Dalam Masjid Seorang Pria di Bekasi Diusir dan di Bentak Oleh Pengurus Masjid Tersebut